MORNING DEW

“Kebenaran harus dipikul bersama, kebenaran jika jatuh ke tanah akan menjelma menjadi kekuasaan yang membinasakan.”

—   Bilangan Fu

Who could resist if the cover is so pretty like this? 

Habis ngecek di goodreads, ada yang bilang ini novel brutal, banyak kata-kata yang 19 rates. But, no problem, I’m over 20 y.o anyway. Eka Kurniawan has been won over me. 

Have you watched syahrini video? I have.

I was like what the hell she is doing rolling in the grass in italy? haha. Where does that idea coming from? Yeah, maybe, she has a creative team behind those antic. One thing for sure, she must be flirty rich!!! You can’t deny it. Sometimes when I see syahrini, Her personality likes osca from secret garden -girl version, who pop out from korean drama. She is self centered and full of herself, but I can hate her, because she just being herself. 

I wondering, what kind of man who would syahrini ended up with? 

Gadis Kretek

Suatu kali, di blog ini, saya pernah menulis begini  “our crappy library!”,  yang dimaksud tentu saja adalah perpustakaan kampus. Tapi, nampaknya saya harus mencabut omongan itu, karena nyatanya our-library-not-that-crappy. yeah, one thing for sure, if you want to find a good book, you have to put more effort.

See, I got the jackpot, sudah lama saya mencari Gadis kretek karangan Ratih Kumala. Dulu, pernah sekali membaca beberapa halaman di gramedia. Saya ketagihan. Ingin beli tapi tak bawa uang. Dua minggu datang lagi ke gramedia, bawa uang, novel raib  dari rak alias udah dibeli orang. Sialnya, stock Gadis kretek di gramedia habis.

Tapi siapa yang menyangka coba, ternyata di dua lorong terakhir perpustakaan kampus, di rak paling bawah pojok kiri, ada 3 buku gadis kretek. Bukan hanya gadis kretek, karena saya juga menemukan Tabula Rasa (Ratih Kumala juga) dan Kumpulan Budak Setan (Eka Kurniawan dkk). FYI, Ratih Kumala ini istrinya Eka Kurniawan, both of them are genius writer.

Gadis Kretek. Jeng Yah.

image

Romo, pemilik rokok kretek Djagad Raja, sedang sekarat, mendekati ajal. Alih-alih memanggil nama istrinya, laki-laki ini justru sering ngelindur memanggil nama Jeng Yah, nama yang berhasil membuat istrinya murka. Romo yang umurnya tidak lagi panjang, meminta ketiga anaknya ; Tegar, Karim dan Lebas, untuk mencari Jeng Yah. Ada satu hal penting yang harus Romo bicarakan dengan Jeng Yah. Pergilah ketiga anaknya ke kudus untuk mencari Jeng Yah. Siapa sebenarnya Jeng Yah? Apa hubungan Romo dengan Jeng Yah? Sekian Sinopsis singkatnya. Pardon me, I’m pretty much bad when it come to make a book review.

Ada tiga hal yang membuat saya menyukai buku ini. Pertama, interaksi ketiga saudara kandung ini lucu banget, dialognya hidup. Kedua, Sejarah perkeretekan, nampaknya mbak Ratih ini melakukan riset yang gila-gilaan terhadap sejarah rokok. Ketiga, gaya bercerita yang renyah dan crunchy. Opo ikii?

Everyone knows that first paragraph is the most important one. Well, I hooked up this book since first paragraph, all thanks to Lebas for great opening. Yeaah, Lebas ini anak terakhir dari Romo, paling mbelalu, paling nyleneh, ketika dua kakaknya terjun ke dunia per-kretek-an, si Lebas ini justru memilih menjadi sutradara film kelas C, horror esek-esek. Dalam novel ini Mbak Ratih menggunakan beberapa sudut pandang. Dan merupakan keputusan yang tepat untuk membuka novel menggunakan sudut pandang Lebas.

Lebas ini trouble maker banget lah, di kuliahin bisnis jauh-jauh ke Amerika, eh disono malah pindah jurusan film dan musik, tanpa sepengetahuan romo. Hubungan Lebas dengan kedua kakaknya terutama dengan Mas Tegar juga renggang, mereka berdua memiliki karakter berbeda. Beruntunglah masih ada Mas Karim yang berperan sebagai katalis bagi mereka berdua. Jujur aja, saya suka banget kalau mereka bertiga lagi bareng. Berantem terus baikan. Lebih suka yang begini daripada hubungan saudara yang lovely-dovey. Tanpa disadari, tugas pencarian Jeng Yah telah mendekatkan mereka bertiga, jadi tambah rukun, mana  juga ada adegan maaf-maafan sambil salaman antara Tegar sama Lebas. Hahaha.

“Hah?! Aku? Mas Tegar ajalah! Enggak mungkin tegar dibeleh, kan yang ngurus pabrik Mas Tegar, kalo aku pasti dibeleh… enggak berguna, bisa dibuang, enggak pengaruh sama urusan pabrik kan.”

Saya pernah membaca di blognya Mbak Ratih Kumala, dia bercerita, dalam penggarapan novel ini, dia benar-benar menikmati waktu untuk riset sampai hal yang paling detil. Two thumbs for you mbak! Kita serasa dibawa ke masa lalu, menyaksikan bagaimana asal mula Kretek Djagad Raja berdiri. Bertemu dengan beberapa kretek-kretek lainnya; Kretek Merdeka, Kretek Proklamasi, Kretek Gadis, Kretek Arit Merah ( Disini romo terlibat dengan PKI).

Dan yang paling epic adalah Kretek Garwo kulo ( Kreteknya lelaki yang cinta istrinya). Wkakakakaka. Ada penjelasan yang LOL banget, berikut kutipannya.

“Dengan nama Kretek Gadis, orang-orang diajak berfantasi tentang perempuan mudan nan cantik, yang membuat mereka serasa lebih jantan. Sedangkan dengan nama Kretek Garwo Kulo mengingatkan mereka akan istri di rumah yang mungkin jarang dandan, pakaiannya nglombrot dan cerewet”

I’m growing up in countryside, mbah kakung saya tukang nglinting sekaligus petani tembakau juga, bapak saya jualan menyan, papier, uwur, klembak. Tapi, tak pernah sebelumnya, saya membayangkan dunia perkretekan akan semenarik ini jika ditulis. Rokok yang biasanya dihujat karena merupakan sumber berbagai macam penyakit, nyatanya menjadi penyambung hidup ratusan ribu pengrajin rokok di kudus sana.

 

 

 

Dumb Ways to Die

astormofspirits:

So a while ago I got stressed by the fact I had to study and decided to surround myself with my one true love - books. Literally.

(via 23books)

“Pemilu cepatlah berlalu
Biar Ramadhan semakin syahdu
Sudah jengah diriku
Menyaksikan teman saling beradu”

Currently reading this book, has not finshed yet. What a book! This book literally open my mind to other world. Review will followed later~

Currently reading this book, has not finshed yet. What a book! This book literally open my mind to other world. Review will followed later~

Hasil rampokan dari laptop bapak. See, sepuluh hari di rumah, adik-adik berhasil meracuni saya dengan segala hal yang berbau kolosal. Hatim, Mahabrata dan Mahadewa adalah tontonan wajib di rumah. Heeeee. Lebih parah lagi adalah ketika nemu e-book di laptop bapak, judulnya Istana Suram karangan SH Mintardja. Rizal bilang, ” Bagus kok mba, baca aja.” Racun, memang. 1000 halaman men, tebel banget. Sampe sepet ini mata. Harus di akui, bukunya oke. Setingnya zaman dulu, zaman kerajaan Demak. Padepokan Kumbang Kuning, Ceungkir Kuning, Watu Sempar, Raden Kuda Rupaka. Well, the author is great when it come to give name. Sebelum balik Solo, Bapak malah ngasih rekomendasi, “udah baca Bende Mataram aja, lebih bagus.”

9gag:

And the best World Cup poster goes to… #9gag

wuhuuuuuuu!! Imagine her mom when read this.

9gag:

And the best World Cup poster goes to… #9gag

wuhuuuuuuu!! Imagine her mom when read this.